Tren Mobil Tanpa Ban Serep. Di Indonesia?

gambar copas dari Google

gambar copas dari Google

Hmmm…menarik apa yang di lakukan oleh beberapa pabrikan mobil di Eropa dan Amerika dan menjadi bahan perbincangan dimana-mana. Apaan tuh? Mereka memproduksi beberapa tipe mobil tanpa sama sekali di lengkapi oleh ban serep. Kok bisa? Ya bisa lagh… Sebagai gantinya pabrikan mobil tersebut melengkapi mobil dengan flat tire recovery kits. Yah semacam alat untuk menambal ban tubeless yang bisa di lakukan sendiri.
Lha terus apa alasan pabrikan tersebut meniadakan eksistensi ban serep? Memang sangat masuk akal sih, seperti diantaranya :
– membuat ringan bobot mobil secara signifikan. Power to weight ratio pastinya makin bagus.
– efisiensi BBM terkait berkurangnya bobot mobil.
– menekan biaya produksi mobil.
– mengacu pada hasil riset yang ternyata ban cadangan belum tentu terpakai. Karena banyak sekali kasus di Eropa ban serep belum pernah turun dari peraduannya sama sekali, bahkan ketika mobil sudah berusia 5 tahun atau lebih. Pemborosan itu namanya.
Semua pemaparan alasan di atas memang sangat bisa diterima. Sepanjang mobil dilengkapi ban tubeless yang memang dirancang nggak langsung gembos ketika tertusuk benda tajam.
Ga usahlah di Eropa, sepanjang sejarah saya punya mobil, memang jarang sih, ketiban apes ‘ndongkrak’ ngganti ban dalam perjalanan. Jikalau ban kena paku, tinggal mampir ke jasa tambal ban yang ada dimana-mana. Beres urusan, hehehe…

Naahhhh lalu bagaimana jika tren tersebut masuk Indonesia? Bisa ‘benturan’ dengan regulasi di sini dong.

Coba kita intip UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 57 ayat (3) menyataken, setiap kendaraan roda empat atau lebih sekurang-kurangnya harus memiliki perlengkapan; sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih yang tidak memiliki rumah-rumah, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu
lintas.

Lalu jika kedapatan melanggar pasal tersebut, hukumannya apa? Ini dia :

Yang tertulis pada Pasal 278 : Pengendara yang tidak menyediakan perlengkapan seperti diatur pasal 57 ayat (3) itu dikenai sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling paling banyak Rp 250 ribu.

Jiaaaahhhhhhh…lumayan banget tuh apes masuk bui cuma gara-gara ban serep. Apalagi klo satu sel sama maling ayam, copet, jambret. Tengsinnya bisa 7 turunan, 8 tanjakkan xixixixi…

Ohya boleh-boleh saja silahken di share pendapatnya…

Tentang duniahariyadi

Ordinary man. Ordinary daddy. Sangat menyukai travelling, dunia otomotif, dan kuliner.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s