Eh, Baru Nyadar Rem Depan Busway Gandeng Itu Cakram. Nggak Lazim Untuk Pengunaan Bus. Mantaaapppp..

Penampakan Rem Cakram Roda Depan Busway Gandeng.

Penampakan Rem Cakram Roda Depan Busway Gandeng.

Siang yang mendung sehabis hujan, saya riding menuju kantor. Setibanya di persimpangan Pancoran kebetulan tertahan lampu merah. Posisi saya berhenti persis disebelah busway gandeng. Pas banget jejeran dengan ban depannya. Iseng-iseng saya perhatikan. Bannya merk Michelin. Ada cutting stiker di body mengenai petunjuk tekanan ban : 115 psi. So far gak ada yang aneh. Seperti lazimnya roda bis lainnya baik dimensi maupun ukuran.
Namun ketika saya perhatikan lagi dibalik velg-nya yang bolong-bolong, kok kayak ada sesuatu yang mengkilat. Reflek saya picingkan retina mata saya untuk mendapatkan penampakan yang lebih fokus. Wooowwww, ternyata disc brake. Baru ngeh nih ada bus yang udah pake rem cakram. Entah saya yang telat info atau memang sudah banyak bus yang ber-disc brake xixixixi…
Ngecek hitungan mundur traffic light masih ada 30 detikan. Langsung ambil hape di kantong lalu buru-buru jepret sebagai barbuk.

Sebagai tambahan info, apa sih perbedaan mendasar antara rem cakram dengan rem tromol? Fungsinya? Aplikasinya? Kelebihan dan kekurangannya? Saya coba bahas sejauh yang saya tau yah.

Rem cakram vs rem tromol
Kelebihan rem cakram
1. Sangat pakem. Namun hanya efektif untuk di aplikasikan pada kendaraan2 berdimensi/berbobot kecil-sedang dan sepeda motor.
2. Sangat ringkas dan ringan.
3. Perawatan sangat mudah. Proses monitoring dan bongkar-pasang kampas relatif gampang plus bebas setel-menyetel.
4. Mendongkrak penampilan. Kalau point ini nggak perlu dijelasin lagi lah yaaa.
5. Memiliki kemampuan melepas panas dan juga air yang baik. Walaupun pasca melewati genangan air.

Kekurangan rem cakram
1. Biaya produksinya lebih mahal dibanding tromol.
2. Kurang nggigit jika di aplikasikan pada kendaraan berdimensi/berbobot berat. Karena keterbasan lebar permukaan kampas yang bergesekan dengan piringan cakram.

Kelebihan rem tromol
1. Memiliki bidang kampas yang lebih besar. Baik lebarnya maupun panjangnya. Cocok buat menghentikan laju kendaraan berdimensi/berbobot berat. Seperti bus, truk, traktor, tank dan sebagainya.
2. Biaya produksi lebih murah.

Kekurangan rem tromol
1. Kemampuan melepas panas dan air tidak sebagus rem cakram.
2. Perawatan ribet. Ganti kampas rempong. Pake acara setel-menyetel pula.
3. Berat (karena parts pendukung lebih banyak) dan kurang ringkas.
4. Penampilannya tidak sekeren rem cakram.

Well, apapun remnya, kita patut berbangga hati. Karena tenyata busway gandeng yang wara-wiri di Ibukota itu asli buatan dalam negeri. Sasis dan elektrikal made in PT.INKA madiun, sedangkan bodinya digarap oleh perusahaan karoseri lokal LAKSANA.
Lalu mesin dan girbok matiknya? Masih impor ternyata. Buatan cummins 380hp yang markasnya berada di Indiana, USA.
Denger-denger per-unit nilainya 2 milyar. Wah mahal juga yah xixixixi..

Saya pernah merasakan naik busway gandeng ini. Dari grogol hingga UKI, berdiri pula berdesakkan dengan penumpang lainnya. Penerawangan saya lumayan rapi jali detail finishing-nya. Perangkat safety-nya pun lengkap.

Mantapppp..!!!!

Busway Gandeng KOMODO

Busway Gandeng KOMODO

Tentang duniahariyadi

Ordinary man. Ordinary daddy. Sangat menyukai travelling, dunia otomotif, dan kuliner.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Eh, Baru Nyadar Rem Depan Busway Gandeng Itu Cakram. Nggak Lazim Untuk Pengunaan Bus. Mantaaapppp..

  1. Ari Rahmawati berkata:

    Dear duniahariyadi.wordpress.com

    Pagi,

    Kami dari Humas Merdeka.com bermaksud menawarkan content yang sesuai dengan tipikal blog Anda yang bisa digunakan secara gratis. Content ini sangat mudah aplikasinya dan sangat membantu Anda dalam Reblogging.
    Jika Anda berminat, silahkan kunjungi http://content.merdeka.com/ dan dapatkan contentnya.

    Terima kasih atensinya, kami menunggu kabar baik dari Anda.

    Salam,

    Humas Merdeka.com
    Ari Rahamawati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s