Nissan Grand Livina 1.5 A/T Ngelitik?

Tidak terasa, sudah hampir 2 tahun lamanya, DH dan keluarga mengandalkan Nissan Grand Livina tipe 1.5 XV A/T warna hitam sebagai moda transportasi pribadi. Semenjak hari pertama DH tebus dari showroom dikawasan Pejaten, sudah banyak sekali kenangan yang tercipta didalamnya. Tercatat untuk long trip, GL andalan DH sudah dua kali mengarungi ganasnya perjalanan mudik hingga Solo, Jawa Tengah. Ada tawa, ada canda, dan terkadang ada tangis the krucils juga.
Overall, DH sangat puas dengan kinerja GL. Mobil ini sangat nyaman untuk dikendarai. Bagi DH dan keluarga, kabin mobil ini bagaikan ‘kamar’ berjalan. Sangat roomy. Bantingan suspensi lumayan. Nggak membuat penumpang mabuk darat, namun juga cukup stabil pada kecepatan tinggi. Akustik kabin yang jempolan serasa naik sedan, dan iritnya konsumsi BBM.
Pada artikel ini DH akan lebih menitikberatkan pembahasan pada penggunaan jenis BBM pada GL dan dampaknya pada kinerja mesin.

Semenjak keluar showroom, si blacky GL buatan 2011 selalu DH beri asupan BBM oktan 92. Dalam hal ini pilihan DH adalah Pertamax. Walau kadang DH isi dengan Shell Super juga sih. Pertimbangan DH karena rasio kompresi mesin GL tipe HR15BE mencapai 10,5:1. Yaaahh hitung-hitung sayang jeroan mesin agar kinerjanya selalu terjaga dan bersih, plus membantu membuat langit Jakarta menjadi lebih biru. Hingga kira-kira 1,5 tahun berlalu, kinerja mesin GL berfungsi dengan baik. Tarikan enak, konsumsi BBM pun relatif irit. Untuk patokan irit/boros, tergantung dari tingkah-polah kaki kanan sih. Sebagai perkiraan bagi pembaca, DH termasuk driver yang sedang-sedang saja cenderung santai. Pelan banget nggak, kebut-kebutan juga nggak. Asumsi DH sih, konsumsi BBM si GL 1:11-12 untuk pemakaian dalkot.

Naaaahh, masalah muncul ketika kira-kira 6 bulan yang lalu timbul knocking atau bahasa awamnya ngelitik dari dapur pacu GL. Nglitiknya sih halus, tapi jika berkendara tanpa audio samar-samar pasti terdengar. Dan itu kambuhan. Kadang bebas ngelitik, kadang kumat.
Waktu itu DH lantas berselancar di dunia maya, mencari informasi terkait masalah tersebut. Daaaannnn, WOW…ternyata banyak sekali review dari pengguna GL yang merasakan hal yang serupa. Lalu apa referensi penanggulangannya?
Ada yang menyarankan naik oktan BBM, ada yang pake oktan booster, ada yang minta tune-up di Beres untuk setting pengapian, ada juga yang mbelot tune-up di bengkel non-Beres.

Lalu apa yang DH lakukan? Hmmmm…untuk ke Beres nanggung. Masih ada beberapa ribu kilometer hingga perawatan rutin selanjutnya. Service gratisannya? Udah habis hahahaha. Daripada buang-buang duit ke Beres sebelum waktunya mendingan DH coba alternatif yang paling mudah aja dulu, yaitu menggunakan BBM oktan 95 a.k.a Pertamax Plus atau Shell Super Extra. Yaahh nggak papa deh merogoh kocek lebih dalam tiap isben. Sing penting mesin aman dan bawaan hati tenang.

Dan hasilnya? Ngelitiknya secara instan hilang saudara-saudara. Horeeeeee…berhasil!!! Untuk kinerja mesin, feeling DH sih naiknya nggak signifikan amat. Terutama ketika GL sedang DH ajak olahraga dikecepatan tinggi diruas tol. Namun angkatan awal atau torsinya diputaran rendah terasa lebih padat dan berisi.
Namun ternyataaaaa….kondisi itu tidak berlangsung lama. Dua bulan setelah naik pangkat asupan BBM, peyakit lama ngelitik si GL kok mbalik lagi? Sama persis pula gejalanya. Ngelitik halus dan terdengar samar-samar. Bedanya interval kambuhan ngelitiknya ‘kadang sembuh-kadang kumat’ tidak sesering saat masih menggunakan BBM oktan 92. Hadeeeehhhh, kok begini? Padahal GL udah diberi BBM yang paling mahal? Masak iya harus ditambah doping lagi?

DH pun putar otak. Gimana caranya agar GL terbebas dari ngelitik. Lantas terbesit dalam pikiran DH untuk mengoplos BBM hehehehe. Kali ini DH akan melibatkan BBM oktan 88 alias premium. Mengapa? Karena DH sedari awal pakai GL belum pernah sekalipun menggunakannya.
Penasaran dengan hasilnya? Terhitung dari pertama kali ngoplos, hingga turunnya artikel ini (sekitar 4 bulanan), GL andalan terbebas dari ngelitik!!! Kok bisa? Ya DH aja bingung aghihihihi. Tak cuma itu, tarikan mesin pun terasa enak. Buat stop n go dalkot mantap, diajak olahraga di tol pun memuaskan. DH makin bingung deh. Yaaahh semoga saja kondisi ini terus berlanjut, karena jika dihitung-hitung lumayan meringankan beban dompet kala isben.

Mau tau rumusan racikan oplosan BBM ala DH?
– isi tangki dengan BBM oktan 92/95 hingga persis setengahnya. Nah ini sebagai ‘modal’. Biasakan tiap isben volume BBM tidak kurang dari setengah isi tangki.
– jika sudah lalu oplos BBM premium dengan pertamax plus. Perbandingannya premium 10 liter-Pertamax plus 10 liter. Otomatis jika sudah melakukan poin kedua jarum fuel meter di dasbor akan mentok berada di posisi full.
Logika gampangnya jika tangki dalam keadaan nyaris kosong isi BBM oktan 92/95 sebanyak 30 liter lalu dioplos dengan premium 10 liter. Fyi kapasitas tangki GL sekitar 40 literan cmiiw.
– pakai GL jalan dan rasakan bedanya hehehehe. Yang harus di ingat adalah segera isben jika BBM sudah terpakai setengah tangki. Jangan sampai kurang. Tentunya tinggal ngoplos premium 10 liter dan pertamax plus 10 liter.
– ulangi lagi poin pertama secara berkala. Kapan itu? Ya dikira-kira saja. DH mensiasatinya dengan mengisi full BBM non subsidi jika dirasa perlu tanpa ngoplos.
Mungkin ada pembaca yang bertanya, apakah ngoplos harus dengan pertamax plus? Nggak juga kok. DH pernah kadang beberapa kali ngoplos dengan pertamax biasa, namun kinerja racikan oplosan tetap prima aghihihihi.

Sekali lagi DH tekankan, satu hal yang wajib di ingat dan didisplinkan adalah membiasakan untuk isben oplosan saat volume BBM ditangki sudah tinggal setengahnya. Karena memang seperti itulah rahasia rumus racikan oplosan ala DH hahahaha. Ribet? Nggak juga ah. Ribet itu kan relatif. Ya tho?
Artikel ini sengaja DH tulis dengan harapan ada pembaca pengguna GL versi 1.5 yang kebetulan merasakan hal serupa dan mempraktekannya. Sebagai perbandingan gituuuu. Kira-kira ngefek juga atau tidak.

Last, nantinya jika GL andalan sudah masuk masa perawatan rutin di Beres, DH akan coba konsultasikan dengan SA. Kenapa GL DH setelah kira-kira 1,5 tahun pemakaian ngelitik padahal udah pakai BBM non-subsidi? Mengapa saat ngoplos kok ngelitiknya hilang? Dan apa saja dampak jika ngoplos BBM.
Atau mungkin pembaca ada yang tau jawabannya? Monggo dishare di kolom komentar.

Semoga bermanfaat..

Tentang duniahariyadi

Ordinary man. Ordinary daddy. Sangat menyukai travelling, dunia otomotif, dan kuliner.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

26 Balasan ke Nissan Grand Livina 1.5 A/T Ngelitik?

  1. g2-b2b8e387c8b15ca325303ff27ad04878 berkata:

    Mobil saya livina juga suka ngelitik. Biarpun udah dioplos sama seperti resep diatas tetep juga ngelitik, pake full ron 95 yah masih juga ngelitik.

    Akhirnya karena udah desperate banget, ya udah sekalian aja di TUSS di provis. Emang mahal sih tapi ngelitiknya ilang, lebih irit and bisa pake premium

    • duniahariyadi berkata:

      TUSS itu apa mas? Provis itu dimana mas? Biayanya berapa mas? #maaf jadi malah banyak tanya xixixixxi

    • TUSS C PAKE MINYA TANAH JUGA BISA G NGLITIK MAKSUDNYA KARENA TIMEPENGAPIAN DI MUNDURKAN ATAU TDC DI KURANGI ALHASIL G NGLITIK TAPI POWER LEMOT BOS SAYA BERANI UCAP SAYA YG NGRISET DAN TUSS

      • Provis berkata:

        xixixi, om servisnissanindonesia senang guyon ya, atau memang pernah eksperimen isi minyak tanah lalu mundurin timing sampai -15° dengan memutar delco (distributor).
        Mobil2 modern sekarang sdh distributorless, alias tdk mempergunakan distributor lg sehingga tdk bs distel timingnya, dengan pengecualian livina serena dan xtrail tipe lama bisa dimundurmajukan timing dg mempergunakan scanner, sehingga untuk mobil2 tsb setelah TUSS bisa dimajukan timing walau diisi premium, biasanya kami majukan menjadi +1°.
        Formula TUNE UP SEMISPORT© (disingkat TUSS, sudah ada patennya) hanya dimiliki oleh Provis, informasi lengkap ada di http://www.bengkeliritbbm.com
        Berikut adalah contoh nissan march yang sudah di TUSS (dan OptiK), speed mentok diisi premium (just safe drive).

      • Kirby ANGL 2014 berkata:

        Saya juga pengguna Nissan Grand Livina AT 2014, sudah di TUSS dari baru dapat plat nomor.
        Sampai skrng masih OK, tenaga terasa beda sebelum di TUSS..
        Gas terasa lebih padat.
        Saya termasuk yg observasi dalam dahulu sebelum memutuskan di TUSS, apalagi saat mobil baru keluar showroom (masih plastikan semua).. Hehe..

    • MOBIL ANDA MENGALAMI RPM NAIK TURUN /TINGGI CEK ENGINE MLOTOT ATAU SERING TERJADI NGLITIK/KNOCKING BREBET HUB SAYA 081387656364 BBM 7D816D55 SLAMET BUDOYO

  2. Chacan berkata:

    Halo, saya pengguna GL 2007, sudah TUSS di Provis th 2009, irit, enteng banget biarpun pakai premium tapi sekarang mulai sering gelitik (udah tua kali ye). Saya sudah coba resep mas, aneh bin ajaib sembuh tp hanya sementara. Saya bawa ke Provis, saya minta mereka cek mesin dan test drive, katanya EGR harus diganti😥. Krn EGR lumayan mahal (2.4jt + 10%ppn) ya sudah saya jual saja. Ganti dengan GL baru deh🙂. Sudah susah ke lain hati sih.

    • duniahariyadi berkata:

      Waduuuhhhhh ganti mobilnya kok sama mas hehehehe. Saya saja belum tentu melakukan hal yang sama jikalau nanti (misalnya) ganti mobil. Susah memang kalau sudah kepatil. Ibarat istri kedua yah mas…

  3. smartfaiz berkata:

    tuker yuk sama taruna ane🙂 mobil tua cukup premium…kkkwkkqqq.. eh ya mas bro saya dah ga tinggal di condet lagi… sori ga sempet pamit. sekarang dah jadi warga harapan indah

  4. smartfaiz berkata:

    kqqwwq… gara gara ga ada garasi mas bro. parkiran mobil daerah situ juga ga ada yang kosong akhirnya cabut dah. lumayan harapan indah makin deket ke kantor

  5. kobayogas berkata:

    afaik..oplos bensin gak menyelesaikan akar permasalahannya..bisa dibilang itu hanya pain killer…kalau udah ilang efek obatnya ya bakal kambuh lagi hehehe…
    usia mobil 2 tahun baik itu sering dipakai atau tidak, efeknya hampir sama, akan ada deposit kerak yang bertumpuk. Perbedaannya hanya pada irit pengeluaran aja, yg sering dipake pasti isi bensin terus toh? sama puas makenya. Yang jarang dipake ya sebaliknya kekkeke.

    Imho, lebih baik lakukan carbon clean, bukan yg hanya disemprot doang tapi yg memakai sistem vakuum dengan menggunakan cairan khusus, misal yg familiar itu spirit dan AMB pro clean.
    Yang kedua, turun mesin setengah, ini yang paling maksimal, nyaris semua part yang berhubungan dgn ruang bakar bisa tersentuh dgn maksimal, pembersihan pun dilakukan secara manual.
    bah…mesin gpp kok turun mesin sih? kek mobil jadul/ rusak aja…hehehe…jangan salah, hanya disini yg menganggap turun mesin itu berarti mesin rusak/bobrok afaik. Padahal yang bikin mindsetnya seperti itu ya orang2nya sendiri, turun mesin dilakukan kalau mesin rusak/bermasalah, pdahal, diluar sana, turun mesin setengah atau top overhaul itu menjadi bagian dari reguler maintenance.
    kalau saya sih pilih nomor 1 atau pilihan kedua (kalau ada duit lebih). Hasilnya lebih maksimal.
    soal TUSS … hehhehe…kasih tau gak ya…

    • duniahariyadi berkata:

      Saya sependapat mas. Baydewey kebeneran mobil skrg amat jarang dipakai. Kalau dirata-rata seminggu palingan jalan 10-15km saja. Dan kondisinya skrg kalau dipakai nglitiknya ilang hahahahaha. Kumat2an kayaknya nih. BBM saat ini rutin pakai shell V-Power mas. So far so good banget.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

    • Budi berkata:

      Kasi tau dong. Ada apa dg tuss?

    • gethly ngl berkata:

      Kasih taulah, biar jgn jadi susah teman2 yg lain juga…

  6. kobayogas berkata:

    Ya sukurlah yang penting ilang hehhe. Olahragakan juga mesinnya, kaya manusia hehehe. Geber ala italian tune up jika ada waktu (2 minggu sekali). Paling ideal ya setelah servis.

    mampir mas kalau ada waktu di blogger karbitan. hehehe

    http://www.kobayogastea.blogspot.com

  7. provis berkata:

    solusi mobil yg ngelitik, malah timing pengapian dimajukan:

  8. donnypk berkata:

    sebenarnya saya pake march tiap hari selalu pake premium.. harus sekali2 tekan RPM tinggi tiap perminggu.. gelitik hilang.. tapi lbh baik lagi jika pake V-power shell sekali tiap 4 bulan. mesin ttp bersih. asalnya kurang setengah, baru isikan biar v-power nyuci mesin.. itulah khaisat bersihkan karbon2.. karena v poower pake teknologi pembersih malah nambah power..

  9. cv gloria berkata:

    Sehabis service sebaiknya mobil digas kencang, mobil saya Livina 1.5AT jg tidak pernah gelitik sudah 2.5th.

  10. handi berkata:

    klo A/T yg 2008 bekas ane beli sekarang (udah kuat ati nih) apa sarannya sobat??

  11. Bonjour monsieur and mademoiselle. Comment allez-vous..? Je m'appelle Cicky berkata:

    Saya juga. Awalnya pakai pertamax, pertalite, shell, kadang premium. Tapi memang diusahakan 1/2 tangki lgsg isi lagi nah 1 bulan lalu indikator bbm tinggal 1 bar dengan kondisi isi pertalite. Trus ngisi di pombensin yg blum pernah tempatnya, mau pertalite ternyata abis ya udab premium full tanki. Nah setelah diisi langsung deh bunyi ngelitik kayak taksi… Terutama pas mulai akselerasi.. Persiiis kayak taksi hadeuuuuh… Akhirnya langsung carbon cleaner n tuneup baru deh ilang. Trus sekarang minum pertalite tiap 1/2 tangki langsung penuhin.. Alhamdulillah puji Tuhan udah gak ngelitik lagi..

  12. Andi berkata:

    Hampir mirip gan dengan livina matic gue tahun 2015 awalnya pakai pertamax ngelitik ini setelah 2 bulan pakai pertalite bebas ngelitik dan tarikan mesin enteng

  13. Provis berkata:

    Liputan Provis oleh Kompas TV:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s