Jika YIMM Pegang Hak Siar MotoGP, Lantas AHM Apa?

Alhamdulillah puasa hari ini nutup. Alhamdulillah sudah hampir mendekati 50% masa puasa bulan Ramadhan. Alhamdulillah nggak lama lagi Lebaran. Waktu begitu cepat berlalu. Tapi kok kayaknya menanti untuk nonton kualifikasi MotoGP seri Laguna Seca Minggu dini hari nanti terasa begitu lama yah? Hehehehe

Well, bicara tentang MotoGP, para penggemarnya di Indonesia bisa dibilang sangatlah beruntung. Karena dimanapun anda berada, selama mendapatkan sinyal Trans7 bisa langsung mantengin secara gretongan. Ada bonusnya pula, yaitu balapan Moto2. Walaupun dua pembalap andalan Indonesia yang berlaga disana nyaris jarang ter-ekspose juru kamera.

Siaran MotoGP di Indonesia selama ini bisa terwujud karena campur tangan dari YIMM. DH lupa, sejak kapan yah dimulainya. Kalau nggak salah sih sejak VR46 hijrah ke Yamaha, YIMM langsung kerjasama dengan Trans7. Dan semenjak itulah siaran Motogp buah tangan YIMM nggak pernah terputus mampir ke Indonesia secara gratis setiap tahunnya.
Hmmmmm…bisa selama itu ya bertahan. Alasannya ya jelas, bagi YIMM ajang MotoGP adalah salah satu sarana promosi dari ajang balap internasional dan marketing produknya. Dan itu sangat wajar bagi perusahaan otomotif cap apapun. Balapan adalah ‘iklan’ yang sangat efektif. Sekaligus menjadi sarana jembatan komunikasi dan emosional antara pengguna produknya dan pihak prinsipal.
Saat ini bisa dibilang YIMM akan melakukan apapun agar terus bisa menjadi ‘backing’ siaran MotoGP secara gratis di Indonesia. As we all knew, penjualan motor YIMM di Indonesia adalah tulang punggung sales Yamaha Global. Dan popularitas MotoGP itu nowadays adalah balapan tingkat dunia, tingkat global. Yamaha dan YIMM akan habis-habisan support di sini. Apapun yang terjadi.

Lantas bagaimana dengan Honda yang digawangi oleh AHM? Secara pun di Indonesia AHM menjadi tulang punggung sales Honda roda dua? Secara pun Honda pun habis-habisan di MotoGP?
Lantas di ajang balapan tingkat dunia mana AHM akan berpromosi siaran gratis di tv lokal?
Hmmmm…nampaknya akan sulit bro, karena ajang balapan bergengsi roda dua yang levelnya mendekati MotoGP praktis hanya tinggal WSBK doang.
Lantas apakah ke depannya AHM akan tertarik untuk memboyong WSBK untuk bisa dinikmati secara gratis via tv di Indonesia? Menurut analisa DH sih agak berat dan sedikit impossible. Kenapa?

Begini, WSBK juga dulu (kalau nggak salah) pernah tayang di GlobalTV. Untuk menandingi kesuksesan Trans7 dengan MotoGPnya. Namun sayang hasil rating dan sharenya gatot alias gagal total. Analisa DH mengapa gatot kira-kira seperti ini :
– WSBK kurang pupuler di Asia. WSBK itu imagenya balapan signature khusus Eropa / Amerika.
– Format balap WSBK yang 2 race tiap serinya dalam sehari. Dan jarak antara race 1 dan race 2 lumayan lama. Naaahh ini ngabisin slot tayang. Nggak efektif untuk industri televisi. Dulu pun di GlobalTV (kalau nggak salah lagi yah) hanya menayangkan race 1-nya saja. Tanggung amat. Istilah DH kentang hehehehe…
Dalam industri tv itu dewa-nya tetap rating dan share juragan. Mau sekuat apapun sponsornya kalau rating dan share-nya jeblok susah untuk dipertahankan dan ujung-ujungnya di stop produksi programnya.
– Memang sih motor pacuan di WSBK itu motor yang basisnya buat harian. Lebih mendekati realita. Siapapun bisa nebus kalau memang minat untuk dipakai street legal. Tapi apa pengaruhnya buat pemirsa Indonesia? Emangnya disini yang banyak beredar dijalanan moge gitu? Jelas akan jadi marketing salah sasaran.
Beda dengan MotoGP yang melombakan prototype bikes. Ikatan emosional dengan penikmat balapan motor di Indonesia sudah pasti beda. Eiiittttssss ingat !!, jangan disamakan dengan Eropa / Amerika lho yah. Sudah jelas
ikatan emosionalnya pun beda. Lha wong disana moge yang mendominasi sales motor.
– para pembalap yang turun di WSBK kurang populer di Indonesia. Setidaknya dulu yah pada saat WSBK tayang di GlobalTV. Sekarang sih mendingan. Udah ada Melandri dan Biaggi (pensiun tahun ini). Mungkin nanti klo Hayden yang digosipkan hijrah kesana dan (yang katanya) VR46 pasca 2014 ikut-ikutan pindah akan menaikkan pamor WSBK.

Jika memang AHM nekat memboyong WSBK menjadi tontonan gratis di Indonesia, Jonathan Rea dan tim Pata Honda plus liverynya kurang populer di mata awam. Di sini itu sudah paten yang namanya Honda Repsol numero uno. DH berani deh kasih julukan legend livery. Dari jamannya Mike Doohan gan. Mau siapapun yang nunggang Honda Repsol pasti jadi icon. Mau skutik, mau bebek, mau sport buatan AHM, jika dilaburi livery Repsol pasti keren dan laku. Ya tho?

So, apa yang bisa dilakukan oleh AHM untuk bisa menandingi YIMM dengan siaran MotoGP-nya di Indonesia?
Analisa DH ya nggak ada bro. Alternatifnya sih ada. Bisa dengan menayangkan balap IRS 250cc di sentul, atau jadi sponsor utama tayangan Indoprix di salah satu televisi swasta nasional. Persis seperti yang dilakukan oleh YIMM dengan tayangan MotoGP-nya.
Lagipula setiap kali rider Honda menapaki podium tertinggi di MotoGP, sudah menjadi ajang promosi ampuh gratis AHM di hajatan reguler milik YIMM kan? Mungkin yang ada dibenak para petinggi AHM seperti ini : buat apa toh bersusah payah…hehehehe

#gambar pinjem dari mbah Google

Tentang duniahariyadi

Ordinary man. Ordinary daddy. Sangat menyukai travelling, dunia otomotif, dan kuliner.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Jika YIMM Pegang Hak Siar MotoGP, Lantas AHM Apa?

  1. ndesoedisi berkata:

    Lagipula setiap kali rider Honda menapaki podium tertinggi di MotoGP, sudah menjadi ajang promosi ampuh gratis AHM di hajatan reguler milik YIMM kan? Mungkin yang ada dibenak para petinggi AHM seperti ini : buat apa toh bersusah payah…hehehehe

    ———————————————————————————————————————–
    setuju……

  2. orang indonesia berkata:

    wsbk pernah tanyang di trans 7 sewaktu ben spies juara dunia

  3. Made Wirautama berkata:

    ooo, begitu ya.. Sistem balapan di WSBK kayaknya lebih ribet dibanding MotoGP ya?

  4. gugun kurniawan berkata:

    Marques beruntung aja bro…tahun ini mah ke laut YAMAHA SEMAKIN DI DEPAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s