Tentang Sistem Central Locking Pada Mobil

‘Papa, bukain dulu dong pintunya, kita nggak bisa turun niiihhhh…’.
Kalimat itu berulang-ulang kali DH dengar tiap kali keluarga DH mau turun mobil. Terutama jika mereka mau turun duluan, dan DH muter-muter buat nyari parkiran. Maklum supir pribadi keluarga hehehehe. Berkali-kali DH selalu lupa untuk release central lock (CL). Hal ini terjadi karena kebiasaan. Lho kok kebiasaan? Iya, kebiasaan DH saat dulu masih miara sedan Eropa Mercedes-Benz. Saat ini sedan tersebut sudah terjual dan entah berada dimana.

Jika DH pikir-pikir kembali, jauh lebih enak dan safety sistem CL pada sedan Eropa itu. Sangat jauh berbeda dengan mobil Made in Japan yang saat ini DH gunakan. Entah kenapa yah, mobil-mobil buatan Eropa itu seolah sudah dipikirin semuanya, terutama soal safety-nya hingga hal-hal terkecil. Termasuk pada sistem CL-nya

Mau tau perbedaannya? Nih DH jabarkan yah secara detail.
Pada sedan Merc, jika CL diaktifkan, maka kesemua pintu akan otomatis terkunci. Namun fungsinya hanya untuk mencegah orang membuka pintu dari luar. Artinya semua pintu masih bisa dibuka dari dalam jika driver/penumpang menarik hendel bukaan pintu. Lho kok bisa begitu? Lha iya. Jelas ini berfungsi untuk mengantisipasi keadaan darurat. Contoh : jika mobil mengalami kecelakaan dimana driver/penumpang butuh untuk keluar dengan cepat. Jadi mereka nggak perlu mikirin soal CL lagi. Pokoke kapanpun pintu mau dibuka, ya tinggal buka aja kayak mbuka pintu yang unlock. Hebatnya lagi proses mbuka pintunya berlangsung secara mekanis/manual, bukan elektrik. Ilustrasinya jika mobil kecelakaan dan nyemplung ke kali/sungai/danau semua penumpang bisa langsung cepat menyelamatkan diri. Nggak ada cerita listrik konslet terus CL ngadat. Bahkan dipikirkan juga jika terjadi kecelakaan dan sang driver nggak sadarkan diri, maka setidaknya jika bawa penumpang, mereka bisa secepatnya menyelamatkan diri, tanpa harus mikirin pintu yang terkunci. Intinya adalah, pada saat terjadi kecelakaan model apapun, setiap detiknya amat sangat berharga dalam proses penyelamatan diri. Karena refleks manusia di asumsikan akan langsung terlebih dahulu berusaha meraih hendel bukaan pintu untuk keluar dari mobil pada saat terjadi insiden. Pokoke sing penting bisa keluar dulu as soon as possible. Itu yang paling utama.
Mantaf kan? Coba bandingkan dengan mobil Jepang. Once you push central lock button, otomatis pintunya gak bisa dibuka dari luar dan sebaliknya. Iya khan? Coba aja buktikan. Namun setidaknya dimobil Jepangan DH, saat central lock aktif, pintu pada sisi driver masih bisa dibuka dari dalam tanpa harus unlock CL. Tapi semua pintu penumpang terkancing rapat dua arah nih. Wah, berarti pabrikan hanya memikirkan keselamatan driver dong? Hufffftt…

Dari penjelasan diatas, pasti para pembaca bertanya-tanya. Lantas jika saat CL aktif dan semua pintu masih bisa dibuka dari dalam, bukannya malah bahaya tuuuuhhh? Apalagi jika bawa anak kecil / balita. Yaaahh tau sendiri semua bocah itu cenderung nggratil tangannya. Bagaimana jika nggak sengaja pintu kebuka? Apa nggak malah runyam urusannya? Yes betul. Kondisi tersebut amat sangat berbahaya. Namun jika kita berkaca pada rules mengemudi yang berlaku di Eropa nun jauh disana, semua pertanyaan pembaca akan terjawab jelas.
Jadi begini Mas Gan, di Eropa itu saat mengemudi dan membawa muatan anak-anak maka :
– sangat dilarang duduk didepan. Kursi depan hanya untuk orang dewasa. Jika melanggar dan ke-gep pakpol ya urusannya disemprit. Kena tilang deh.
– jika membawa anak-anak pada kursi belakang dan tidak ada orang dewasa yang menemani maka WAJIB untuk mengaktifkan fitur Child Lock. Maka nggak ada yang namanya pintu nggak sengaja terbuka dari dalam. Namun jika ada orang dewasa yang menemani maka pintu sisi bocah wajib dibentengi dengan Child Lock. Nah sekarang coba deh intip pintu belakang mobil pembaca masing-masing. Pasti ada fitur ini kan? Nah DH yakiiiiinnn banget pasti jarang digunakan pada saat membawa bocah ikut serta kan? Malah tebakan DH it was never been used kan? Wkwkwkwkwwkwkwkwk…

Ohya sekedar tambahan info pada saat Child Lock aktif namun CL tidak aktif, maka pintu masih bisa dibuka dari luar. Sepengetahuan DH sih ini berlaku di semua merk mobil.

Tapi DH nggak ngerti yah, sistem CL model begini apakah hanya diterapkan pada mobil-mobil Merc atau pada semua/kebanyakkan merk Eropa.
Atau bahkan ada pabrikan Jepun yang juga menerapkan sistem serupa?
Bagaimana dengan CL mobil pembaca? Apakah sistemnya sama? Monggo di share…

Tentang duniahariyadi

Ordinary man. Ordinary daddy. Sangat menyukai travelling, dunia otomotif, dan kuliner.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s