Si Badak 18 Tahun Kawasaki Kaze

Kawasaki Kaze-R 1996

Kawasaki Kaze-R 1996

Masih teringat jelas dibenak DH saat dulu ortu ‘menghadiahi’ DH yang masih unyu-unyu berseragam putih abu-abu sebuah motor untuk menunjang mobilitas DH menuntut ilmu. Masih teringat jelas saat dulu untuk yang pertama kalinya mata DH berbinar melihat penampakannya dirumah sesaat setelah diantar kurir dealer. Masih teringat jelas saat dulu untuk yang pertama kalinya jempol kanan DH menekan tombol ‘start’. Damn, still it feels like my best moment in my life!!!
Yup, seperti tertera pada judul, sebuah Kawasaki Kaze-R lansiran 1996 resmi menjadi motor pertama DH. Motor yang pada jamannya memiliki fitur dan gimik terdepan dikelas bebek 4 tak. Bagaimana nggak? Dijaman itu lawan head to headnya hanya Honda Supra dan Suzuki Shogun yang keduanya belum dilengkapi rem cakram diroda depannya. Belum lagi jika bicara fitur double bulb head lamp, tangki bensin yang dilengkapi bensin cadangan plus kran multiguna. Lantas Yamaha kemana? Jika DH nggak salah sih waktu itu Yamaha masih belum jualan bebek 4 tak.

Buanyak banget kenangan dan memori yang DH dapatkan semasa nunggang motor ini. Saking buanyaknya jika DH tulis semua pembaca juga bakalan capek sendiri mbacanya aghihihihi. Namun diantara jutaan kenangan, bagi DH hanya ada dua yang paling berkesan dan masih membekas bingits. Yaitu pada saat SMU DH merasakan punya pacar (ah jadi malu saya). Masa-masa boncengin doi, nganterin doi, ngapel kerumah doi…, ah…dunia kok ya serasa cuma milik berdua. Rasanya semua kelihatan endyannggg tenan. Si Kaze jadi saksi mati cinta monyet kita berdua. Hingga kini DH nggak ngerti dimana doi berada. Jian udah lost contact blass. Yah dimanapun doi berada, DH harap dia pun sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang, amiiinnn.
Kenangan indah lainnya diatas si Kaze yang nggak mungkin DH lupakan adalah ketika DH akhirnya ketemu jodoh. Ya si Kaze pula lah yang jadi saksi mati. Lucu juga ya, ketemu pacar pertama jaman SMU naik si Kaze, eh sekitar 10 tahun kemudian dipertemukan dengan pacar terakhir diatas motor yang sama. Hingga kemudian DH menikahi doi dan berbuntut 3, si Kaze masih setia menjadi saksi mati. Hal positifnya adalah, pada waktu itu DH yakin dan mantap memilih doi, karena doi menilai dari keseriusan DH, bukan melihat dari tunggangan DH xixixixi…

Selama 18 tahun miara Kaze, DH tidak pernah merasa direpotkan. Justru malah DH yang merasa sering ngerepotin si Kaze ini. Dari mulai lupa ganti oli, males servis, kadang ogah nyuci, mundurin motor mentok pager, de-el-el. DH aja sampai heran, ini motor apa badak? Usia 18 tahun belum pernah turun mesin!! Padahal jam terbangnya lumayan tinggi. Hingga detik ini, si Kaze yang DH andalkan untuk mobilitas rumah-kantor pp, dan aktivitas harian rumah tangga lainnya seperti antar-jemput anak, buat ngangkut air galonan dan gas 3kg, dsb.
Mesinnya pun masih greng, sekali engkol langsung nyala. Sasisnya pun nggak kalah badak. Komstir, garpu depan, dan keseimbangannya masih ciamik, orisinil, dan berfungsi dengan baik walaupun udah jutaan kali ngantem lobang gede plus beberapa kali DH ndlosor dijalanan. Bener-bener over engineering motor ini,ckckckck.
Fyi, untuk asupan bensin dari pertama kali turun dari dealer hingga saat ini DH selalu isi menggunakan BBM oktan 92. Mungkin faktor ini juga kali ya yang bikin mesin si Kaze bisa awet hingga sekarang.

Dalam sejarah kepemilikan motor, memang DH sempat beberapa kali meminang motor lain. Tercatat DH pernah punya skutik entry level merk sebelah yang penjualannya tertinggi di negeri ini, lalu DH juga pernah punya sport 250cc dua silinder, dan hingga kini miara sport 650cc. Namun tetap saja bagi DH si Kaze inilah benda yang DH anggap sesuatu bingits. Dan jika boleh DH mereview, bebek racikan Kawasaki ini beda dengan yang lain. Built quality sangat bagus, berasa antep, tebal, kuat, kokoh, bandel, dan sangat bisa diandalkan. Sulit untuk dideskripsikan jika belum pernah merasakan langsung atau memiliki dalam jangka waktu lama.

Hal menarik lainnya adalah soal nama. Nggak cuma DH kok, karena DH yakin pembaca pasti juga punya kebiasaan ngasih nama/julukan buat tunggangan masing-masing kan? Nah si Kaze ini namanya udah gonta-ganti, menyesuaikan dengan kondisi terupdate. Dulu saat baru si Kaze punya julukan si Biru (karena striping aslinya warna biru). Lantas berubah jadi si bleki (maksudnya si Hitam karena bodinya DH blok dengan stiker hitam), dan sekarang namanya si Nguk-nguk aghihihihi. Nama pemberian istri. Karena menurut doi tiap mbonceng Kaze motornya bunyi nguk-nguk ahahahahaha…

Last, DH yakin deh setiap orang di dunia ini memiliki benda kenangan. Benda yang bahkan nilai historisnya jauh lebih mahal dibandingkan dengan nilai jualnya. Benda yang akan selalu dikekep dan disimpan sebagai lambang/saksi mati menjalani kehidupan. Entah hanya untuk disimpan dan menjadi properti pribadi, atau memang sengaja dipersiapkan untuk kelak diceritakan kepada anak/cucu.
Apakah pembaca juga punya benda kenangan? Monggo, silahkan dishare ya..

Tentang duniahariyadi

Ordinary man. Ordinary daddy. Sangat menyukai travelling, dunia otomotif, dan kuliner.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

3 Balasan ke Si Badak 18 Tahun Kawasaki Kaze

  1. razak berkata:

    Sy punya kaze 97. Baru skali turun mesin. Bnyk kenanganny dr mulai lajang hingga skrg puny anak 2. Mngkn hmpir gak percaya.
    Pernah hilang d kampus tp balik lg.
    Pernah jg dijual 2x tp tetep balik lg ke sy.
    Setiap hr krja dbw pp 40 km.
    Udh ingin gnti sm yg lbh muda, tp ada aj yg bikin berat utk ngejual…

  2. Henry Permana berkata:

    Saya pernah punya kaze seri terakhir tahun 2004, saya pake sampe 2011, pake si Kawak(julukan kaze biru) sampe akhirnya terpaksa harus berpisah krn ganti si banteng, akhirnya kembali ke kawasaki dengan memboyong si hatori (julukan ninja 150R hijau)..selama pakai si kawak udh 2 kali turun mesin krn kena besi pengecoran jalan. Banyak kenangan selama pakai si kawak ini, klo ada rejeki lebih pengin beli lagi…

  3. Atmo berkata:

    wahh..baru aja beli seken 4 hari lalu…tp ya gitu,kudu servis lagi,ganti oli,ama kick starternya dah “powel” hohoho..blom lagi mau ganti as gear depan..weleh weleh…tp kyknya saya dah kadung jatuh cinta tuh…ajiibb benerrrr!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s