Perbedaan Antara Bobot Kering, Bobot Kosong dan Bobot Kotor Kendaraan.

Seberapa penting kah aspek bobot / berat dalam menentukan pilihan sebelum membeli kendaraan?

Seberapa banyak kah, faktor bobot mempengaruhi karakter kendaraan?

Seberapa “haruskah’ faktor bobot jadi pertimbangan utama dalam memodifikasi tunggangan?

Bagaimana menurut DH? Jawabannya adalah penting, banyak, dan sangat harus. Bobot adalah salah satu aspek yang nggak akan bisa dilepaskan dari suatu kendaraan. Karena dari bobot kita bisa menentukan :

– kelas kendaraan. Banyak sekali kepentingan dan kegunaan perbedaan kelas kendaraan berdasarkan bobot. Salah satu contohnya tertulis jelas dan besar di plang sebelum kita membayar Tol. Berat sekian bayar sekian. Iya kan?

– PWR alias Power to Weight Ratio, a.k.a perbandingan antara tenaga mesin dan bobot total kendaraan tempat mesin tersebut bersemayam. Dari sini kita bisa memperkirakan secepat apa sebuah kendaraan mampu dikebut dan memperkirakan konsumsi bahan bakar sekian liter setiap sekian kilometer.

Namun tahukah anda  jika kita melihat melalui spesifikasi di brosur, bobot kendaraan bisa beda-beda lho. Maksud DH beda pabrikan beda pula cara dan gaya mereka mencantumkan bobot kendaraan yang mereka promosikan. Untuk lebih jelasnya DH akan jelaskan perbedaan mengenai penjelasan masalah bobot.

DRY WEIGHT (Berat Kering).
Artinya disini adalah jika suatu kendaraan tersebut ditimbang dalam keadaan kering tanpa ada cairan apapun. Lha emangnya ada cairan apa aja? Ya ada tho, sebut saja bensin/solar, oli mesin, oli girbok (jika terpisah), oli rem, oli gardan, oli power steering, cairan pembersih kaca, cairan radiator dan tentu saja tanpa aki. Baik itu aki basah maupun aki kering. Jadi berat kering disini bisa diartikan secara harfiah. Pokoknya bobot kendaraan dalam keadaan kering kerontang. Berlaku sama saja untuk mobil atau motor.

CURB / KERB WEIGHT (Berat Kosong).
Berat kosong atau dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai Berat Operasional, adalah berat kendaraan dalam keadaan siap untuk jalan atau digunakan, tapi tanpa ada beban tambahan atas kendaraan tersebut.

DH ambil contoh, si Item Kawasaki ER6N milik DH memiliki bobot Curb Weight sebesar 204kg. Itu artinya sang Motor ditimbang dan menghasilkan angka 204kg sudah dalam keadaan tangki bbm full-tank, oli mesin dan oli rem terisi, plus cairan radiator yang siap meredam panas sang mesin. Ohya jangan dilupakan si aki yang juga sudah parkir ditempatnya.

Lantas apa arti kalimat : tanpa ada beban tambahan? Artinya adalah sang motor belum ada yang nunggang. Apalagi ada yang mbonceng. Boro-boro ada tambahan barang bawaan. Intinya Berat / bobot Kosong itu artinya adalah bobot kendaraan siap jalan/digunakan tapi belum ada beban apapun diatas (untuk motor) atau didalamnya (untuk mobil).   

GROSS VEHICLE WEIGHT / Berat Kotor Kendaraan.
Nah jika GVW ini beda lagi. Bedanya dimana? Begini, GVW adalah bobot kosong kendaraan ditambah dengan bobot maksimal manusia yang mengendarai plus barang bawaan, yang berat totalnya sudah diperkirakan dan dibatasi oleh pabrikan.

Contoh lagi deh. Coba buka dan dibaca buku manual kendaraan masing-masing. Jika pada motor kan biasanya tertulis untuk beban manusia berapa kg. Bahkan jika motornya dilengkapi bagasi tambahan / cantelan pasti dicantumkan juga berapa bobot maksimalnya disitu. Nah jika sudah ketemu angkanya ditambahkan bobot kosong. Hasilnya itu merupakan Berat Kotor Kendaraan atau GVW.

Gimana? Sudah jelas kah penjelasan tentang bobot? Jika ada pembaca yang ingin memberi masukan atau ada yang mengetahui lebih dalam ilmu tentang bobot kendaraan, monggo silahkan di share di kolom komentar. Semoga bermanfaat. 

Tentang duniahariyadi

Ordinary man. Ordinary daddy. Sangat menyukai travelling, dunia otomotif, dan kuliner.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

3 Balasan ke Perbedaan Antara Bobot Kering, Bobot Kosong dan Bobot Kotor Kendaraan.

  1. yan berkata:

    Info yg bagus.
    Di brosur mobil ada tertulis Berat Kosong=950 dan Berat Total=1325 Mungkin maksud Berat Total adalah Berat Kotor kali ya.

  2. smartfaiz berkata:

    semua ga ngefek klo ane yang naiki… semua terasa makin beratttt…:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s